FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JIWA SESEORANG
Disusun Guna Memenuhi
Tugas:
Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Nadzifatul
Zulfa, M.Pd.

Oleh:
Ahmad Mursalin 2021110277
Ibnu Athoilah 2021110282
Khafidzin 2021110311
Kelas G
PRODI PAI
JURUSAN TARBYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
Dominasi pengaruh
terhadap perkembangan seseorang tidak selalu dapat dilihat secara langsung
dengan kasat mata karena kadangkala pengaruh yang ditanamkan tidak menancap
dalam mempengaruhi pada psikis seseorang dan boleh jadi karena ketidakselarasan
dengan nilai sosial sekitar yang digeluti yang secara tidak langsung dan sadar
telah membentuk karakteristik dalam cara pandang.
Banyak faktor yang
menyebabkan existnya diri seseorang yang tidak dapat diraba atau dipengaruhi
dari luar dan begitu juga sebaliknya, lebih mudahnya untuk mempengaruhi.
Dalam mempelajari perkembangan manusa
dperlukan adanya perhatian khusus mengenai hal-hal sebagai berikut; 1) proses
pematangan, khususnya pematangan fungsi kogntif; 2) proses belajar; 3)
pembawaan atau bakat. Ketiga hal yang berkaitan erat satu sama lain dan saling
berpengaruh dalam perkembangan kehidupan
manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Jiwa
Seseorang
Faktor yang paling mempengaruhi terhadap perkembangan individu, pada
prinsipnya dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan yang perlu di
bicarakan yaitu; (1) faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan
merupakan sesuatu yang diwariskan(endowment) dari orang tua. Serta (2)
faktor lingkungan (environment atau nuture) sebagai kondisi yang
memungkinkan berlangsungnya proses-proses perkembangan.
1.
Hereditas
Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau
memindahkan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau
karakteristik biologis individu yang di bawa sejak lahir yang tidak diturunkan
oleh kedua pihak orang tua. Faktor hereditas itu meliputi:
Ø
Keturunan
Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri
pada seorang anak adalah keturunan, meskipun kita melihat suatu sifat atau
ciri-ciri yang sama antar orang tua dan anaknya, kita belum dapat mengambil
kesimpulan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Contoh, bapak malas dan anaknya juga
malas, ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat-sifat
kejiwaan lebih sulit ditentukan, apakah diperoleh dari keturunan atau bukan,
hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh
oleh keadaa-keadaan lingkungan selama perkembangannya.
Ø
Pembawaan
Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau
kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang
selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Macam pembawaan:
§ Pembawaan jenis
§ Pembawaan ras
§ Pembawaan jenis
kelamin
§ Pembawaan
perseorangan
2. Lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupak
pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dsb. Pengaruh pendidikan dan
pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan, pada umumnya
pengaruh lingkungan bersifat pasif, sedangkan pendidikan bersifat aktif. Secara
garis besar, lingkungan dapat dibedakan seperti:
·
Lingkungan fisik, yaitu lingkungan yang berupa
alam, misalnya keadaaan tanah, keadaan musim, dsb.
·
Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat,
dimana dalam lingkungn masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan
yang lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan
individu. Lingkungan sosial dibedakan jadi dua yaitu, lingkungan sosial primer
dan lingkungan sosial sekunder.
Faktor lingkungan meliputi:
ü Keluarga,
tempat anak diasuh dan dibersarkan. keadaan ekonomi keluarga berpengarh besar
terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik atau jasmani anak. Tingkat
pendidikan orang tua juga berpengaruh besar terhadap perkembangan rohani anak
teutama kepribadian dan kemajuan pendidikan.
ü Sekolah,
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak
terutama kecerdasannya. Dan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola
pikir anak.
ü Masyarakat,
meliputi lingkungan tempat tinggal anak.Disini anak bergaul dan bermain
dengan teman-temannya. Misalnya, kondisi lingkungan dengan orang-orang yang
begitu kasar perilakunya, secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan
jiwa anak.
ü Teman
Sabaya, mempunyai peran yang cukup penting juga, terutama pada anak yang sedang
menginjak remaja. Kondisi anak masih cukup labil, jadi anak akan terpengaruh
oleh hal-hal yang negatif, maka juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan
kepribadian remaja yang sangat menonjol dalam pengalaman bergaul dengan teman
sebaya yaitu kemapuan berpikir, merasakan sesuatu, tingkah laku anak dalam
masyarakat, kegemaran dan kebiasaan.
ü Keadaan
alam sekitar, hal ini juga berpengaruh penting sekali bagi perkembangan anak
serta memilki banyak perbedaan, misalnya orang di daerah panti dengan daerah
hutan, daerah kota dengan desa, dll. Maka dari itu lingkungan sangat besar artinya bagi setiap pertumbuhan
fisik.
Hubungan
individu dengan lingkungannya teryata tidak berat sebelah, dalam arti hanya
lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan antara
individu dengan lingkungan, terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu
lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan individu dapat mempengaruhi
lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan ada yang menolak, ada yang
menerima dan ada juga yang bersikap netral.[1]
B.
Pendapat Para Ahli Tentang Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Jiwa
Seseorang
Dalam psikologi perkembangan terdapat tiga aliran
yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu :
I.
Aliran Nativisme
Adalah
sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran psikologis.
Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof
jerman. Aliran ini konon dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memanndang
segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Karena para ahli penganut aliran ini
berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya,
sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa.
II.
Aliran Empirisme
Kebalikan
dari aliran nativisme adalah aliran empirisme, dengan tokoh utama John Locke
(1632-1704). Aliran ini menekankan arti
penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia
semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan
bakat dan pembawaan sejak lahir diangggap tidak ada pengaruhnya.
III.
Aliran Konvergensi
Merupakan
gabungan antara aliran empirisme dengan nativisme. Aliran ini menggabungkan
arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang
berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama Louis
William Stren (1871-1938).[2]
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian mengenai aliran – aliran
doktrin filosofis yang berhubungan dengan proses perkembangan diatas, dapat
disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas hasil perkembangan
terdiri dari : Faktor Internal, yaitu factor dari diri itu sendiri
meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan
dirinya sendiri. Faktor
Eksternal, yaitu
hal – hal yang datang atau ada diluar diri yang meliputi lingkungan (khususnya
pendidikan) dan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Syah,
Muhibin. 1990.
psikologi Pendidikan Dengan Pendekata baru
PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
[1] Diposkan oleh Estrella Zakia http://zakiacuteharrier.blogspot.com/2012/01/faktor-yang-mempengaruhi-perkembangan.html. Diakses, 29 Oktober 2013.
[2] Muhibin Syah, Psikologi
Pendidikan Dengan Pendekata baru (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya,
1990),hlm.43-48.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar