Kamis, 31 Oktober 2013

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JIWA SESEORANG



FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JIWA SESEORANG
                                                                      

Disusun Guna Memenuhi Tugas:
Mata Kuliah         : Psikologi Perkembangan
Dosen Pengampu : Nadzifatul Zulfa, M.Pd.



images (1).jpg



Oleh:
                      Ahmad Mursalin                               2021110277
                      Ibnu Athoilah                                    2021110282
                      Khafidzin                                           2021110311

Kelas G



PRODI PAI
JURUSAN TARBYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2013









BAB I
PENDAHULUAN

Dominasi pengaruh terhadap perkembangan seseorang tidak selalu dapat dilihat secara langsung dengan kasat mata karena kadangkala pengaruh yang ditanamkan tidak menancap dalam mempengaruhi pada psikis seseorang dan boleh jadi karena ketidakselarasan dengan nilai sosial sekitar yang digeluti yang secara tidak langsung dan sadar telah membentuk karakteristik dalam cara pandang.
Banyak faktor yang menyebabkan existnya diri seseorang yang tidak dapat diraba atau dipengaruhi dari luar dan begitu juga sebaliknya, lebih mudahnya untuk mempengaruhi.
Dalam mempelajari perkembangan manusa dperlukan adanya perhatian khusus mengenai hal-hal sebagai berikut; 1) proses pematangan, khususnya pematangan fungsi kogntif; 2) proses belajar; 3) pembawaan atau bakat. Ketiga hal yang berkaitan erat satu sama lain dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan  manusia.















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Jiwa Seseorang
Faktor yang paling mempengaruhi terhadap perkembangan individu, pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor dominan yang perlu di bicarakan yaitu; (1) faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan merupakan sesuatu yang diwariskan(endowment) dari orang tua. Serta (2) faktor lingkungan (environment atau nuture) sebagai kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses-proses perkembangan.
1.      Hereditas
Hereditas dapat diartikan sebagai pewarisan atau memindahkan karakteristik biologis individu dari pihak kedua orang tua ke anak atau karakteristik biologis individu yang di bawa sejak lahir yang tidak diturunkan oleh kedua pihak orang tua. Faktor hereditas itu meliputi:
Ø  Keturunan
Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-ciri yang sama antar orang tua dan anaknya, kita belum dapat mengambil kesimpulan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada anak itu merupakan keturunan. Contoh, bapak malas dan anaknya juga malas, ini belum berarti bahwa kemalasan anak itu adalah keturunan. Sifat-sifat kejiwaan lebih sulit ditentukan, apakah diperoleh dari keturunan atau bukan, hal ini dikarenakan sifat-sifat kejiwaan lebih mudah berubah atau terpengaruh oleh keadaa-keadaan lingkungan selama perkembangannya.



Ø  Pembawaan
Pembawaan ialah seluruh kemungkinan-kemungkinan atau kesanggupan-kesanggupan (potensi) yang terdapat pada seorang individu dan yang selama masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan). Macam pembawaan:
§  Pembawaan jenis
§  Pembawaan ras
§  Pembawaan jenis kelamin
§  Pembawaan perseorangan

2.      Lingkungan
Lingkungan ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupak pengalaman-pengalaman, alam sekitar, pendidikan dsb. Pengaruh pendidikan dan pengaruh lingkungan sekitar itu sebenarnya terdapat perbedaan, pada umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif, sedangkan pendidikan bersifat aktif. Secara garis besar, lingkungan dapat dibedakan seperti:
·         Lingkungan fisik, yaitu lingkungan yang berupa alam, misalnya keadaaan tanah, keadaan musim, dsb.
·         Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana dalam lingkungn masyarakat ini adanya interaksi individu satu dengan yang lain. Keadaan masyarakatpun akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan individu. Lingkungan sosial dibedakan jadi dua yaitu, lingkungan sosial primer dan lingkungan sosial sekunder.




                     Faktor lingkungan meliputi:
ü  Keluarga, tempat anak diasuh dan dibersarkan. keadaan ekonomi keluarga berpengarh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik atau jasmani anak. Tingkat pendidikan orang tua juga berpengaruh besar terhadap perkembangan rohani anak teutama kepribadian dan kemajuan pendidikan.
ü  Sekolah, merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama kecerdasannya. Dan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak.
ü  Masyarakat, meliputi  lingkungan tempat tinggal anak.Disini anak bergaul dan bermain dengan teman-temannya. Misalnya, kondisi lingkungan dengan orang-orang yang begitu kasar perilakunya, secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.
ü  Teman  Sabaya, mempunyai peran yang cukup penting juga, terutama pada anak yang sedang menginjak remaja. Kondisi anak masih cukup labil, jadi anak akan terpengaruh oleh hal-hal yang negatif, maka juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Perkembangan kepribadian remaja yang sangat menonjol dalam pengalaman bergaul dengan teman sebaya yaitu kemapuan berpikir, merasakan sesuatu, tingkah laku anak dalam masyarakat, kegemaran dan kebiasaan.
ü  Keadaan alam sekitar, hal ini juga berpengaruh penting sekali bagi perkembangan anak serta memilki banyak perbedaan, misalnya orang di daerah panti dengan daerah hutan, daerah kota dengan desa, dll. Maka dari itu lingkungan sangat besar artinya bagi setiap pertumbuhan fisik.
Hubungan individu dengan lingkungannya teryata tidak berat sebelah, dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan antara individu dengan lingkungan, terdapat hubungan yang saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan individu dapat mempengaruhi lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan ada yang menolak, ada yang menerima dan ada juga yang bersikap netral.[1]

B.     Pendapat Para Ahli Tentang Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Jiwa Seseorang
Dalam psikologi perkembangan terdapat tiga aliran yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu :
                               I.            Aliran Nativisme
Adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran psikologis. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer (1788-1860) seorang filosof jerman. Aliran ini konon dijuluki sebagai aliran pesimistis yang memanndang segala sesuatu dengan kaca mata hitam. Karena para ahli penganut aliran ini berkeyakinan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa.
                            II.            Aliran Empirisme
Kebalikan dari aliran nativisme adalah aliran empirisme, dengan tokoh utama John Locke (1632-1704).  Aliran ini menekankan arti penting pengalaman, lingkungan, dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia semata-mata bergantung pada lingkungan dan pengalaman pendidikannya, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir diangggap tidak ada pengaruhnya.

                         III.            Aliran Konvergensi
Merupakan gabungan antara aliran empirisme dengan nativisme. Aliran ini menggabungkan arti penting hereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia. Tokoh utama konvergensi bernama Louis William Stren (1871-1938).[2]























BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian mengenai aliran – aliran doktrin filosofis yang berhubungan dengan proses perkembangan diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas hasil perkembangan terdiri dari : Faktor Internal, yaitu factor dari diri itu sendiri meliputi pembawaan dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri. Faktor Eksternal, yaitu hal – hal yang datang atau ada diluar diri yang meliputi lingkungan (khususnya pendidikan) dan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan.












DAFTAR PUSTAKA
Syah,  Muhibin. 1990.  psikologi Pendidikan Dengan Pendekata baru
     PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.



[2] Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekata baru (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 1990),hlm.43-48.